Makalah Esay

IMPLEMENTASI  NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT  INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN

KUALITAS BANGSA

Oleh : Novi Dwi Ambarwati *)

14

ARTI NILAI DAN MACAM-MACAM NILAI

Dalam kehidupan manusia selalu berkaitan dan tak pernah lepas dengan nilai, seperti yang diketahui bahwa manusia senantiasa menilai dan dinilai.

Arti dari nilai sendiri merupakan sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas dan berguna bagi manusia. Bahwa jika sesuatu itu bernilai  berarti berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.

Masyarakat Indonesia  bepegang pada pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang menjadi dasar negara, dimana pancasila merupakan suatu kesatuan yang utuh  nilai-nilai budi pekerti dan moral. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila pada dasarnya melekat pada setiap individu,  sehingga dari kelima pancasila tersebut berlaku bagi perseorangan maupun masyarakat.

Perwujudan dari nilai seperti norma atau aturan,  tanpa adanya norma nilai tidak mampu berfungsi secara kongkrit dalam kehidupan sehari-hari. Yang pada akhirnya nilai yang tampak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari adalah norma seperti: norma agama, norma moral (etika), norma kesopanan, dan norma hukum.

 

*) Novi Dwi Ambarwati, Mahasiswa Program Studi PGSD UPY

Adapun sifat-sifat nilai menurut Bambang Daroeso (1986) bahwa nilai:

  1. Suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia yaitu, nilai tidak dapat diindra melainkan yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya orang yang memiliki  kejujuran. Kejujuran memang merupakan suatu nilai, tetapi kita tidak dapat mengindra kejujuran tersebut. Yang dapat  kita indra adalah kejujurannya dalam bentuk perbuatannya secara nyata.
  2. Nilai memiliki sifat yang normative, yaitu nilai mengandung sebuah harapan,  cita-cita dan suatu keharusan sehingga nilai memiliki sifat ideal atau sempurna yang diwujudkan dalam bentuk norma. Misalnya nilai keadilan, semua orang  pasti  berharap mendapatkan keadilan dan perlakuan yang sama yang mencerminkan suatu nilai keadilan.
  3. Nilai berfungsi sebagai pendorong / motivator dan manusia sebagai pendukung nilai. Misalnya nilai ketakwaan, dengan adanya nilai ini akan menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan tersebut.

Walter G.Everet  menggolongkan nilai-nilai manusiawi menjadi 8 kelompok, yaitu:

  1. Nilai Ekonomis, ditunjukan oleh  harga pasar dan meliputi semua benda yang dapat dibeli.
  2. Nilai kejasmanian, Mengacu pada kesehatan badan.
  3. Nilai hiburan, Nilai-nilai permainan dan waktu senggang yang dapat menyumbang pada pengayaan kehidupan.
  4. Nilai Sosial, berasal dari berbagai tingkatan  manusia.
  5. Nilai watak, keseluruhan dari keutuhan keseluruhan kepribadian dan sosial yang diinginkan.
  6. Nilai Estetis, nilai-nilai keindahan dalam alam dan karya seni.
  7. Nilai intelektual, nilai-nilai pengetahuan dan kebenaran.
  8. Nilai Keagamaan, nilai-nilai yang ada dalam agama (Rukiyati, 2008: 60).

Sedangkan menurut Notonegoro nilai di bagi 3 yaitu:

  1. Nilai Material, Segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani atau kebutuhan ragawi manusia. Misalnya: Kebutuhan makan, minum, sandang, kesehatan.
  2. Nilai Vital, Segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan suatu kegiatan atau aktivitas. Misalnya:  Semangat, kemauan, kerja keras.
  3. Nilai Kerohanian, Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

Nilai-nilai Kerohanian meliputi:

a)      Nilai kebenaran yang bersumber pada akal ( rasio, budi, cipta) manusia.

b)      Nilai keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada yang bersumber pada unsur perasaan (emotion) manusia.

c)      Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak (karsa) manusia.

d)     Nilai religius yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak, yang bersumber dari kepercayaan dan keyakinan manusia.

Kesemua nilai diatas masih ada yang bersifat abstrak yang disebut sebagai nilai dasar, karena nilai-nilai tersebut berada dalam pemikiran manusia,

tidak dapat ditangkap dengan pancaindra. Dalam kehidupan bernegara maka pancasila sebagai dasar negara merupakan nilai dasar (Rukiyati, 2008: 61).

PANCASLA SEBAGAI SISTEM NILAI

Pancasila sebagai suatu dasar  negara,  pada dasarnya dalam  isi  pancasila  yang terdiri dari lima sila hakikatnya merupakan suatu sistem nilai.

Sistem dapat diartikan sebagai suatu keseluruhan, yang saling berkaitan, berhubungan, satu sama lain dan apabila salah satu hilang  maka terjadi tidak keseimbangan. Misalnya, dalam pancasila setiap sila yang terkandung didalamnya saling berkaitan satu sama lain, mengandung serangkaian nilai yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Dari kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang mengacu pada suatu tujuan. Maka pancasila merupakan sebagai sistem dalam arti bahwa bagian- bagian silanya saling berhubungan secara erat sehingga membentuk suatu struktur yang menyeluruh.

Dari uraian diatas  maka sistem nilai merupakan konsep atau gagasan yang menyeluruh mengenai apa yang ada dalam pemikiran seseorang yang mereka pandang baik, berharga, dan penting dalam kehidupan mereka. Sistem nilai berfungsi sebagai pedoman manusia untuk memberi arah  dalam kehidupan mereka.

MAKNA NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM  SETIAP SILA PANCASILA

Setiap sila dalam pancasila terkandung nilai-nilai didalamnya, antara lain:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa nilai-nilainya meliputi keempat sila lainya. Dalam sila ini mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Nilai ini menyatakan  bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis (tidak mengakui Tuhan). Nilai ketuhanan juga berarti mengakui adanya pengakuan  akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan untuk beragama serta tidak berlaku tidak adil antar umat beragama.

Masyarakat yang bedasarkan pancasila, dijamin kebebasan memeluk agama masing-masing. Dengan Ketuhanan yang Maha Esa maka bangsa Indonesia mempunyai asas yang dipegang teguh yaitu bebas untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama masing-masing. Untuk menjamin kebebasan  tersebut di dalam pamcasila masyarakat dijamin berkembang dan tumbuh subur kehidupan beragamanya dan diwajibkan untuk saling toleransi antar umat  dan dalam beragama.

  1. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab di dasari oleh sila Ketuhanan Yang Maha ESa, dan mendasari ketiga sila berikutnya. Nilai kemanusiaan tersebut pada hakikatnya adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) raga, kodrat individu dan makhluk sosial. Nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandunng nilai bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dam martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Dalam sila Kemanusiaan ini yaitu suatu kesadaran sikap dan perilaku manusia sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama yang didasarkan pada tuntutan hati nurani manusia dalam hubungan norma-norma dan kebudayaaan pada umumnya baik diri sendiri, manusia, lingkungan dengan melakukan suatu hal dengan semestinya.

  1. Persatuan Indonesia

Nilai Persatuan Indonesia mempunyai makna untuk kearah bersatu dalam keseluruhan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia. Dengan sila ketiga ini diharapkan untuk persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhya terhadap keanekaragaman yang miliki bangsa Indonesia.

  1. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /Perwakilan

Nilai Kerakyatan ini mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah  mufakat yaitu melakukan keputusan bersama, setelah itu baru melakukan tindakan bersama melalui

lembaga-lembaga perwakilan. Untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya di dalam kehidupan bermasyarakat, maka kebijakan-kebijakan itu harus merupakan suatu nilai yang baik.

  1. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila kelima pada pancasila yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia bermakna bahwa nilai tersebut sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang Adil dan Makmur secara lahiriah maupun batiniah. Keadilan berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang lain. Kemakmuran yang merata bagi bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis, yaitu adanya sebuah upaya yang lebih tinggi dan lebih baik hal tersebut berarti  Peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran. Seluruh kekayaan alam yang ada tidak dikuasai oleh sekelompok orang, tetapi harus untuk kesejahteraaan dan kepentingan bersama, hal itulahlah yang disebut Adil.

PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Upaya –upaya dalam mewujudkan pancasila sebagai sumber nilai  dengan menjadikan nilai dasar pancasila sebagai sumber pembentukan  norma etik (norma moral) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara. Nilai- nilai dalam pancasila adalah norma moral yang dapat di wujudkan ke norma-norma etik, selanjutnya nila norma-norma tersebut dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam bersikap, tingkah laku, dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan nilai-nilai pancasila tersebut terdapat dalam :

  1. Etika Sosial dan  Budaya

Masyarakat bersikap jujur, saling perduli, saling memahami,saling menghargai, dan saling tolong menolong antar sesama manusia dan tidak membeda-bedakan satu sama lain. Dengan begitu juga akan menghidupkan kembali budaya malu pada masyarakat, yaitu malu untuk berbuat salah dan semua hal yang bertentangan dengan nilai moral, agama , dan nilai-nilai luhur budaya suatu bangsa. Oleh karena itu perlu keteladanan serta diperlihatkan contoh pada setiap pemimpin kepada semua lapisan masyarakat.

  1. Etika Pemerintahan  dan Politik

Adanya Etika ini bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, dapat menumbuhakan suasana politik demokratis  yang terbuka, rasa tanggung jawab, tanggap akan aspirasi rakyat, menghargai perbedaan, jujur dalam persaingan, bersedia untuk menerima pendapat dari orang lain baik perseorangan maupun kelompok, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

  1. Etika Ekonomi dan Bisnis

Maksud dari etika ekonomi dan bisnis ini yaitu agar prinsip dan perilaku ekonomi baik pribadi maupun institusi dapat menghasilkan kondisi ekonomi  yang bercirikan persaingan yang jujur, adil, mendorong berkembangnya etos kerja serta kemampuan bersaing serta terciptanya suasana yang kondusif untuk kesejahteraan ekonomi rakyat melalui usaha bersama. Hal ini bertujuan untuk menghindari kecurangan praktik-praktik ekonomi yang bernuansa KKN yang pada akhirnya berdampak negative terhadap kejujuran, persaingan sehat dan keadilan, serta untuk menghindarkan segala cara atau perilaku  dalam memperoleh keuntungan.

  1. Etika Penegakan Hukum yang Adil

Etika ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib sosial, ketenangan, dan keteraturan hidup bersama, bermasyarakat hanya dapat diwujudkan dengan adanya tatanan  hukum dan peraturan-peraturan yang ada.

  1. Etika Keilmuan dan Disiplin Kehidupan

Diwujudkan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu berpikir rasional, kritis, logis. Etika ini di tampilkan secara pribadi seperti perilaku gemar membaca, menulis, belajar dan kreatif dalam menciptakan karya-karya baru.

Dengan adanya nilai-nilai pancasila dalam norma-norma etik berbangsa, dan bernegara dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar berhasilnya perilaku berdasarkan pada norma-norma etik kehidupan bebangsa dan bernegara antara lain:

a)      Proses penanaman dan pembudayaan etika hendaknya menggunakan agama dan  budaya sehingga menyentuh hati nurani, mengandung simpati dan dukungan dari masyarakat. Dan apabila sanksi moral tersebut tidak lagi efektif maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas.

b)      Proses penanaman budaya tersebut dilakukan melalui pendekatan komunikasi, dialog , tidak secara paksaan.

c)      Dalam meningatkan etika tersebut melibatkan seluruh masyarakat.

d)     Perlu ditingkatkan etika-etika profesi lain seperti; profesi kedokteran dan pokok-pokok etika tersebut perlu ditaati segenap anggotanya.

e)      Mengaitkan pembudayaan berbangsa, bernegara dan masyarakat sebagai bagian dari sikap keberagaman.

Penerapan lain nilai-nilai pancasila yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  1. Penerapan nilai-nilai Pancasila dilingkungan sekolah, misalnya:

a)      Menghormati bapak ibu guru.

b)      Menghormati kepala sekolah dan karyawan sekolah.

c)      Menghormati kakak-kakak kelas.

d)     Mendengarkan penjelasan guru ketika menerangkan materi pelajaran.

e)      Memberi salam dan menyapa ketika berpapasan dengan teman-teman sekolah.

  1. Penerapan nilai-nilai Pancasila dilingkungan masyarakat, misalnya:

a)      Mengucapkan salam ketika berjalan melewati orang lain.

b)      Mengetuk pintu dan mengucapkan salam ketika bertamu ketempat oang lain.

c)      Mengikuti berbagai pertemuan yang diadakan RT/RW.

d)     Ikut berperan dalam kegiatan yang diadakan karang taruna sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

e)      Menjenguk masyarakat jika ada yang sedang sakit.

WACANA AKHIR

Pancasila sebagai sistem nilai sangat penting dalam kehidupan masyarakat, nilai-nilai yang terkandung dalm setiap sila pancasila mempunyai makna tersendiri.

Peran penting nilai-nilai pancasila dalam kehidupan masyrakat sebagai pemersatu bangsaIdonesia.
Penerapan-penerapan yang di lakukan sebagai berikut:

a)      Menerapkan nilai-nilai moral, melalui berbagi norma etika.

b)      Meningkatkan rasa persatuan  dan kesatuan berbangsa, bernegara serta bermasyarakat.

c)      Meningkatkan nilai-nilai moral dalam kehidupam masyarakat yang melibatkan seluruh masyarakat serta pemerintah.

d)     Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

 

Budiyanto, M. M., Drs. 2004. Kewarganegaran untuk SMA kelas x. Jakarta: Erlangga.

Kaelan, Prof. Dr. H. M. S. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: PARADIKMA.

Rakhmat, Arif, S.Pd. 2009. Panca Sakti. Purworejo: Alfa Betha.

Rukiyati, M. Hum., dkk. 2008. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: UNY Perss/2008.

Rizky. 2011. Makna nilai dalam Pancasila. ( Online ) (http://ngeblog bareng rizky. Blogspot.com/2011/04/Makna- nilai –dalam-pancasila.html, diakses tanggal 4 April 2012)

Rizky. 2011. Nilai Pancasila menjadi Sumber Norma. ( Online ) (http://ngeblog bareng risky. Blogspot. Com/2011/04/ Nilai- Pancasila –menjadi sumber norma-07. html, diakses tanggal 4 April 2012)

Rizky. 2011. Pancasila sebagai sumber nilai. (Online) (http://berita.Univpancasila.ac.id/ berita-1361-Pancasila-sebagai-sumber-nilai.html, diakses tanggal 4 April 2012)

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s